Bandung, 30 Mei 2026 – HKNews Network
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, masyarakat dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman, kehidupan sosial, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Berangkat dari semangat tersebut, digelar kegiatan “Ritual Pengetahuan Cerdas Berbudaya Tumpek Wage Kartika 1963 Hurang Tembey” di Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026).
Mengusung tema “Membaca Waktu, Menjaga Harmoni Kehidupan dengan Kesadaran” dan subtema “Dari Taun Sato Menuju Taun Manusa: Perjalanan dari Naluri Menuju Kesadaran dan Harmoni Kehidupan”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi budaya yang mengajak masyarakat untuk kembali memahami makna waktu dalam perspektif kearifan Sunda.
Dalam pandangan budaya Sunda, waktu tidak hanya dimaknai sebagai pergantian hari, bulan, atau tahun. Waktu merupakan ruang pembelajaran yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan, petunjuk kebijaksanaan, serta kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki hubungan dengan dirinya sendiri, sesama manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Momentum Tumpek Wage Kartika 1963 Hurang Tembey dipandang sebagai saat yang tepat untuk melakukan perenungan bersama mengenai arah perjalanan hidup, perkembangan masyarakat, serta berbagai tantangan yang muncul di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Sunda dengan menempatkan pengetahuan tradisional sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, berkelanjutan, dan berkeadaban.
Meneguhkan Kesadaran Manusia Sunda
Salah satu pokok pemikiran yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah filosofi perjalanan dari Taun Sato menuju Taun Manusa. Filosofi ini dimaknai sebagai transformasi dari kehidupan yang didominasi oleh naluri menuju kehidupan yang berlandaskan kesadaran, kebijaksanaan, tanggung jawab sosial, serta harmoni dengan lingkungan.
Pesan yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa manusia tidak hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani semata, melainkan juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan kehidupan bersama.
Selain sebagai ritual budaya, kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang bertujuan memperkenalkan kembali warisan pengetahuan Sunda kepada generasi muda agar tetap relevan dan dapat menjadi pedoman dalam menghadapi dinamika zaman modern.
Budaya sebagai Jalan Harmoni Kehidupan
Pendiri BEST DATA (Bengkel Studi Budaya) sekaligus pengelola sistem penanggalan dan Kalender Sunda, Miranda H. Wihardja, menyampaikan bahwa pergantian waktu sejatinya bukan sekadar perubahan angka dalam kalender.
> “Pergantian waktu bukan sekadar perubahan angka, tetapi perubahan cara manusia memahami dirinya di dalam kehidupan. Setiap pergantian waktu adalah kesempatan untuk meningkatkan kesadaran, memperbaiki diri, memperkuat hubungan sosial, dan menjaga keseimbangan dengan alam semesta,” ujar Miranda.
Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan waktu harus dimaknai sebagai proses pendewasaan manusia dalam memahami makna hidup, tanggung jawab sosial, serta hubungan yang harmonis dengan lingkungan.
Merawat Warisan Leluhur untuk Masa Depan
Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah silaturahmi, refleksi, dan penguatan identitas budaya bagi masyarakat Sunda maupun masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Nusantara.
Melalui kegiatan ini, ditegaskan bahwa perubahan zaman tidak harus menghilangkan akar budaya. Sebaliknya, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Ritual Pengetahuan Cerdas Berbudaya Tumpek Wage Kartika 1963 Hurang Tembey menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat warisan leluhur, menjaga harmoni kehidupan, serta memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam membaca perubahan zaman secara bijaksana.
Dengan semangat Sampurasun, Rahayu, dan Salam Harmoni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya Sunda masih memiliki relevansi yang kuat sebagai sumber inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih manusiawi, beradab, dan penuh kesadaran.
Reporter: Iis
Editor: HKNews Network iis












